
KATAWAY.CO.ID – Rombongan perwakilan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten menghadiri acara tahlil dan doa bersama mengenang 40 hari wafatnya almarhumah Hj. Margaret Aliyatul Maimunah binti KH. Muhamad Faruq, yang merupakan Ketua Umum Fatayat NU sekaligus istri dari H. Abdullah Mas’ud selaku Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tangerang Selatan.
Acara tahlil berlangsung pada Kamis malam, 9 April 2026, Pukul 20.00 WIB yang berlangsung di kediaman almarhum di Jalan Otista Raya, Ruko Proma, Blok A32, Ciputat, Tangerang Selatan.
Rombongan PWNU Banten diantaranya terdiri dari KH. Hafis Gunawan atau biasa disapa Abi Hafis selaku Ketua Tanfidziyah PWNU Banten, KH. Hamdan Suhaemi selaku Wakil Ketua PWNU Banten, KH. Khusnul Akib selaku Katib PWNU Banten, Bahroji selaku Wakil Ketua Lembaga Perekonomian (LP) PWNU Banten, Kartoni anggota LPNU Banten, Muhamad Hanafi wakil sekretaris LPNU Banten, dan Sobirin atau Ahmad Wayang selaku Kader NU.
Turut hadir KH. Zulfa Mustofa, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Fatayat NU, pengurus NU dari berbagai wilayah dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya Abi Hafis menjelaskan bahwa almarhum insya Allah meninggal dalam keadaan husnul khotimah. “Saya yakin almarhun husnus khotimah. Karena kebaikan-kebaikan yang telah beliau lakukan selama hidup. Dan semoga kita semua juga saat meninggal nanti, banyak kebaikan-kebaikan yang ditampilkan di akhirat nanti. Yaitu kebaikan-kebaikan yang kita tebar saat ada di dunia ini,” kata Abi Hafis.
Sementara itu KH. Zulfa Mustofa mengaku bersyukur bisa hadir pada acara tahil malam ini. “Alhamdulillah saya bisa hadir pada malam ini. Saya termasuk orang yang cukup akrab dengan almarhum. Saat akan pemilihan Fatayat NU sekitar empat tahun lalu, beliau pernah bersilaturahmi ke rumah saya,” kenang KH. Zulfa Mustofa.
KH. Zulfa Mustofa juga menjelaskan bahwa Hj. Margaret Aliyatul Maimunah atau biasa disapa Neng Liya merupakan sosok yang sangat mencintai NU. “Neng Liya ini sangat cinta sekali dengan NU. Neng Liya selalu sibuk keliling ke Indonesia membentuk Fatayat NU hingga ke cabang-cabang. Karena saya tahu, membentuk Fatayat NU itu susah. Tapi Neng Liya semasa hidupnya Alhamdulillah, semua itu dilakukan atas dasar cinta dengan NU. Bahkan saat beliau pertama kali masuk Rumah Sakit, masih menggunakan seragam Fatayat NU,” tutup KH. Zulfa Mustofa. (sob)






























