Garis Waktu
aku dan kamu mencoba mengukir di garis takdir
dengan semua ke anggunanmu aku mencoba membaca aksara yang terpampang di bagaskara
cakrawala adalah bukti betapa indahnya dirimu bagai kirana
dengan dirimu di sini hidupku begitu rona penuh dengan harsa
tatkala jiwa yang terus berkelana mencari buana
kau lah amerta yang selalu meraja di atas segalanya
kau aswara di atas atma
aku hanya seonggok metafora yang tidak pantas di lihat oleh kau yang memiliki mata
jauh di atas semua kau selalu jadi satya yang dikara
dengan senyum yang membuat atma merasa harsa
aku sangat terpesona ketika dirimu menarik nafas untuk mengeluarkan kata
bahkan sosok dirimu lebih indah dari sang arurala
dengan semua ini ditiru penuh dengan fakta bukan hanya sekadar cerita belaka
Badai Pasti Berlalu
pada jiwa yang berkelana entah kemana
aku tak tau apa yang ku cari di dunia
apakah manis nan indah seperti surga
atau celaka nan panas seperti neraka
jika nanti rintik hujan akan memelukmu dengan lembutnya
jangan lupa untuk memberitahu rinainya
bahwa sendu matamu ikut basah karna air nya
entah bagaimana badai menghantam dirimu hingga terasa lara
dan dirimu akan kehilangan suara tanpa aba aba
dan ketika air hujan sudah mereda
jangan lupakan semua yang membantumu hingga bianglala akhirnya tiba
akan ada orang yang senantiasa berdoa
agar hidupmu kelak di penuhi bahagia
Rasa Takut yang Menghantui
diam menatap dalam kabut
aku selalu di peluk oleh belenggu yang terus ikut
wajah yang seakan menggambarkan rasa gelisah dan takut
dan dalam keadaan gelap nan sunyi
pikiran ku melayang bak kala mentari yang tak pernah berhenti untuk menyinari
membayangkan apa yang akan terjadi di kemudian hari
apakah aku kuat untuk menghadapi
rasa ini seperti kabut yang gelap
menyembunyikan jalan, menutup harap
jika benar harapan hanya mimpi
maka aku akan tetap berdiri dalam rasa sunyi yang terus menakuti
Arsena Kalandra adalah nama pena dari Muhammad Fahri Maulana. Pria yang lahir di Tangerang pada 5 Mei 2009 ini adalah seorang pelajar yang menuntut ilmu di SMAN 7 KABUPATEN TANGERANG. Pria ini menyukai alam, seperti gunung, hutan dan laut. Ia juga sangat gemar berolahraga dan menyukai hal-hal yang berbau seni dan sastra. Seperti musik, cerpen, puisi, dan film. 
































