KATAWAY.CO.ID – Dalam rangka mendukung program kampus mengajar batch 7, para dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas La Tansa Mashiro (Hikmah Pravitasari, Nurul Afiyattena, Yesi, Siti Hanna Sumedi, dan Fheby Indriyati) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui Workshop Peningkatan Penggunaan Platform Merdeka Mengajar (PMM) bagi guru SDN Cilaja 3 Pandeglang, Senin, 6 Mei 2024.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital untuk menunjang pelaksanaan tugas dan administrasi pembelajaran.

Platform Merdeka Mengajar merupakan platform yang disediakan oleh pemerintah sebagai salah satu sarana pendukung bagi guru dalam mengembangkan kompetensi dan kualitas pembelajaran. Di dalamnya tersedia berbagai materi pembelajaran, referensi, metode, strategi, pelatihan, serta berbagai fitur yang dapat dimanfaatkan guru untuk menunjang proses pembelajaran dan pengembangan profesional.

Namun, dalam pelaksanaannya, pemanfaatan PMM masih menghadapi berbagai kendala. Sosialisasi dan pendampingan penggunaan platform yang belum merata membuat sebagian guru belum terbiasa mengakses dan memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dilaksanakannya kegiatan PKM oleh dosen-dosen PBI Universitas La Tansa Mashiro.

Kepala SDN Cilaja 3 Pandeglang, Tueha, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya antusiasme para guru untuk memahami dan mengoperasikan PMM secara mandiri. Tantangan tersebut terutama dirasakan oleh guru-guru yang sudah berusia lanjut dan belum terbiasa menggunakan teknologi digital dalam pelaksanaan administrasi kinerja.

“Nantinya mereka harus melaporkan kinerja melalui platform tersebut, tetapi terkendala secara teknis karena belum terbiasa mengoperasikannya. Oleh karena itu, dengan adanya PKM dari dosen La Tansa ini kami sangat bersyukur dan senang, karena kami bisa belajar bersama-sama,” ujar Tueha.

Kegiatan workshop dilaksanakan secara bertahap agar para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga mampu mengoperasikan PMM secara langsung. Pada tahap awal, para dosen memberikan penjelasan mengenai Platform Merdeka Mengajar, mulai dari fungsi, tujuan, manfaat, hingga fitur-fitur yang perlu diketahui dan diakses oleh guru. Materi kemudian diarahkan pada fitur-fitur yang berkaitan dengan pengembangan kompetensi guru dan pelaporan kinerja. Para peserta diperkenalkan dengan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh informasi dan sumber belajar, mengikuti kegiatan pengembangan profesional, serta mendukung pemenuhan administrasi kinerja melalui platform tersebut.

Setelah memperoleh penjelasan, para dosen memberikan simulasi penggunaan PMM secara langsung. Simulasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan praktik bersama. Para guru didampingi satu per satu oleh tim dosen untuk mencoba mengakses platform, mencari informasi pembelajaran, memanfaatkan berbagai fitur, mengunggah atau melaporkan kinerja, hingga mengakses seminar dan materi pengembangan kompetensi yang tersedia di PMM. Pendekatan praktik dan pendampingan langsung tersebut mendapat respons positif dari para guru. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai fungsi PMM, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mencoba secara langsung berbagai fitur yang sebelumnya dirasakan sulit untuk dioperasikan. Pendampingan secara langsung juga memberikan ruang bagi guru untuk bertanya ketika menghadapi kendala teknis.

Ketua Program Studi PBI Universitas La Tansa Mashiro, Hikmah Pravitasari, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pendampingan kepada guru agar mereka semakin mudah mengakses dan memanfaatkan PMM.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada para guru SDN Cilaja 3 agar lebih mudah mengakses dan melakukan berbagai aktivitas di PMM. Workshop merupakan suatu kegiatan positif yang perlu sering dilakukan oleh setiap sekolah demi meningkatkan kompetensi guru,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara kegiatan, Nurul Afiyattena, menegaskan bahwa kegiatan PKM tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan teknis guru dalam menggunakan platform digital, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah.

“Kegiatan ini juga merupakan bentuk kerja sama antara Universitas La Tansa Mashiro dan SDN Cilaja 3, yang tujuan utamanya adalah turut mendukung visi dan misi pemerintah dalam mewujudkan integrasi dan percepatan pengembangan teknologi dalam dunia pendidikan,” tegas Nurul. (*)