Beranda Pemerintahan Kenaikan Harga Plastik Jadi Perhatian Pemkab Serang, Dorong Inovasi Kemasan Alternatif

Kenaikan Harga Plastik Jadi Perhatian Pemkab Serang, Dorong Inovasi Kemasan Alternatif

1

KATAWAY.CO.ID – Kenaikan harga plastik dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Serang. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, Adang Rahmat, usai menghadiri pelepasan keberangkatan calon jamaah haji Kabupaten Serang di Pendopo Bupati, Kamis (23/4/2026).

Adang mengungkapkan, kenaikan harga plastik berdampak pada sejumlah komoditas, terutama yang menggunakan kemasan plastik. Namun demikian, ia memastikan bahwa kenaikan tersebut masih dalam batas wajar dan belum signifikan.

“Memang ada kenaikan pada komoditas yang menggunakan kemasan plastik, tetapi tidak terlalu signifikan. Dalam beberapa bulan terakhir, kenaikannya berkisar sekitar Rp500. Untuk harga minyak goreng misalnya, saat ini masih relatif stabil di kisaran Rp17 ribu, dibanding sebelumnya sekitar Rp16 ribu,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga plastik merupakan dampak dari kebijakan nasional yang berpengaruh pada distribusi dan harga bahan baku. Meski demikian, kondisi di lapangan masih terkendali dan belum menimbulkan keluhan berarti dari pedagang maupun masyarakat.

“Sejauh ini, baik pedagang maupun pembeli belum menyampaikan keluhan yang serius. Kondisi masih cukup stabil,” katanya.

Adang juga menyoroti pentingnya mencari alternatif kemasan selain plastik, mengingat ketergantungan pelaku usaha terhadap bahan tersebut masih tinggi. Ia menyebut, penggunaan kemasan alami seperti daun masih memiliki keterbatasan, terutama dalam menjaga daya tahan produk.

“Kalau menggunakan daun, biasanya produk lebih cepat basi. Sementara pelaku usaha tetap membutuhkan kemasan yang praktis, higienis, dan tahan lama,” jelasnya.

Sebagai solusi, pihaknya mendorong pemanfaatan bahan alternatif seperti kertas, termasuk bahan berbasis daur ulang. Namun, menurut Adang, diperlukan kajian dan pelatihan lebih lanjut agar kemasan alternatif tersebut tetap memenuhi standar kualitas produk.

“Kami mendorong inovasi kemasan dari bahan kertas atau material lain yang ramah lingkungan. Tapi tentu perlu ada pelatihan dan pendampingan agar pelaku usaha memahami cara penggunaannya dengan baik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Diskoumperindag Kabupaten Serang juga membuka peluang kerja sama dengan kalangan akademisi dan mahasiswa untuk mengembangkan inovasi kemasan pengganti plastik yang lebih efektif dan ekonomis.

“Kami berharap ada kontribusi dari mahasiswa maupun perguruan tinggi dalam menciptakan solusi kemasan yang lebih ramah lingkungan. Beberapa pelatihan sudah pernah dilakukan, dan ke depan akan terus kami kembangkan,” tutupnya. (sdk/red)

Soeh studio Jasa Pembuatan Website