KATAWAY.CO.ID — Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten Babar Suharso diduga melakukan pemotongan sejumlah anggaran kegiatan di tahun anggaran 2026 dengan besaran yang berpariatif sampai 15 persen.

Informasi yang dihimpun, kebijakan yang tidak sejalan dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten itu membuat gaduh di internal Bappeda. Selain rawan temuan, di internal Bappeda kebijakan itu merupakan hal baru, karena sebelum-sebelumnya tidak pernah ada.

Berdasarkan sumber Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), pada tahun anggaran 2026 ini, ada 87 paket pengadaan di Bappeda Provinsi Banten. Dari jumlah itu, belanja makan dan minum dan belanja ATK mendapatkan porsi anggaran yang cukup besar mencapai ratusan juta dibanding mata anggaran lainnya.

Kepala Bappeda Provinsi Banten Babar Suharso saat dikonfirmasi membantah jika dirinya melakukan pemotongan anggaran kegiatan di tahun 2026 ini. Dengan gugup Babar mengklarifikasi jika informasi itu tidak benar alias hoax.

“Hoax itu, tidak benar. Proyek yang mana? hoax,” katanya, Rabu (8/6/2026).

Babar mengkalim, jika selama dirinya menjabat baik di Bappeda maupun di OPD sebelumnya tidak pernah melakukan hal-hal seperti yang dituduhkan itu. “Sejak kapan saya begitu. Dari dulu ga pernah ada,” pungkasnya.

Apalagi, lanjut Babar, saat ini Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di organisasi yang ia pimpin saat ini sudah berjalan dengan baik, termasuk untuk posisi sekretarisnya yang sudah defenitif.

“Semuanya sudah berjalan dengan baik,” klaimnya. (*)