KATAWAY.CO.ID — Hari kedua kegiatan Ta’aruf atau pengenalan kampus bagi mahasiswa baru di Institut Agama Islam Al-Khairiyah (Instal), diisi dengan penyampaian Materi Pengenalan Struktural dan Jobdesk Instal. Pada materi ini, peserta diperkenalkan dengan struktur kelembagaan yang ada di lingkungan Institut Agama Islam Al-Khairiyah. Penyampaian materi membahas mengenai susunan struktural, peran, fungsi, serta tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian dalam menjalankan kegiatan dan pelayanan di lingkungan kampus.

Ketua panitia Ta’aruf Instal 2026, Alfina Setyawati menjelaskan bahwa pengenalan struktural ini diberikan agar mahasiswa baru tidak hanya mengenal lingkungan kampus secara umum, tetapi juga memahami pihak-pihak yang memiliki peran dalam mendukung proses akademik maupun kegiatan kemahasiswaan. “Melalui pemahaman mengenai jobdesk setiap bagian, mahasiswa diharapkan mengetahui kepada siapa mereka dapat berkoordinasi ketika membutuhkan informasi, pelayanan, maupun menyampaikan berbagai keperluan selama menjalani perkuliahan,” kata Alfina, di Kampus Instal, Citangkil, Cilegon, Selasa (18/8/2026).

Setelah pengenalan struktural, kegiatan dilanjutkan dengan Materi Sistem Pendidikan Tinggi di Indonesia pada Era Digital dan Revolusi Industri yang disampaikan oleh Warek I Instal, Faizudin dan dari Direktur Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Instal, Hj. Bahyati.

Faizudin membahas materi perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia yang terus mengalami perubahan seiring dengan kemajuan teknologi dan hadirnya era digital serta revolusi industri.

Dalam materi tersebut, mahasiswa diberikan pemahaman bahwa perkembangan teknologi memberikan pengaruh yang besar terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran, pengelolaan informasi, komunikasi akademik, serta tuntutan kompetensi mahasiswa. Perguruan tinggi dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman agar proses pendidikan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Selain membahas perkembangan sistem pendidikan tinggi di era digital dan revolusi industri, materi ini juga memperkenalkan visi dan misi Institut Al-Khairiyah kepada mahasiswa baru. “Pengenalan visi dan misi tersebut menjadi bagian penting agar mahasiswa memahami arah, tujuan, serta nilai-nilai yang menjadi dasar dalam penyelenggaraan pendidikan di Institut Al-Khairiyah,” jelas Faizudin.

Melalui penyampaian kedua materi tersebut, Alfina berharap, mahasiswa baru dapat mengenal lebih dekat struktur dan sistem kelembagaan kampus, memahami peran serta fungsi setiap bagian di lingkungan INSTAL, sekaligus memiliki wawasan mengenai perkembangan pendidikan tinggi di era digital dan revolusi industri. Mahasiswa juga diharapkan mampu memahami visi dan misi Institut Al-Khairiyah sebagai bagian dari proses membangun sikap dan semangat akademik selama menempuh pendidikan di kampus. (cika/sob)